TENTANG BUDIASI

SEKILAS PAGUYUBAN BUDIASI

Paguyuban Budiasi digagas dan didirikan Doni Monardo. Lembaga yang resmi terbentuk pada 18 Februari 2011 itu merupakan lembaga yang bersifat non-profit. Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan nama Budiasi yang merupakan kependekan dari Budidaya Trembesi.

Paguyuban Budiasi, dalam operasionalnya bekerja sama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah. Paguyuban Budiasi, dengan tiga kebun pembibitan di Sentul, Jawa Barat; Cibubur, Jawa Barat; dan Kunciran, Banten; setiap tahun menyediakan berbagai jenis bibit pohon secara gratis untuk kebutuhan penghijauan bagi seluruh lapisan masyarakat; lembaga pemerintah, perusahaan swasta, dan pihak lain yang membutuhkan.

Secara keseluruhan, sejak 2006 sampai sekarang, Paguyuban Budiasi tercatat telah memproduksi dan mendistribusikan sebanyak delapan juta pohon keras dan buah-buahan, termasuk tanaman langka.

Paguyuban Budiasi juga sudah mendistribusikan bibit-bibit pohon tersebut kepada masyarakat dan pihak-pihak yang membutuhkan guna membantu program penghijauan dan penanaman pohon di berbagai wilayah di Indonesia.

BUKTI SEBUAH BAKTI

Sebuah pohon kecil, terkulai hampir mati di dekat tong sampah yang juga nyaris terbakar. Merasa tidak sampai hati melihat kondisi pohon kecil itu, seorang siswa sekolah dasar, segera memindahkan pohon kecil tadi ke halaman rumah. Pohon kecil itu pun tumbuh besar sampai akhirnya berbuah.

Seiring tumbuh besarnya pohon, kecintaan terhadap tanaman dan pepohonan terus bersemi dalam diri Doni Monardo, siswa sekolah dasar penyelamat pohon kecil tadi. Jenjang kemiliteran dilakoninya tanpa pernah mengabaikan tanaman dan pohon. Jejak kemiliteran selaras dengan lingkungan lestari.

Ketika menjabat sebagai Komandan Brigif Linud-3/Kostrad di Kariango, Maros, Sulawesi Selatan, Doni Monardo didukung Ommi Gappa, Ketua Panin Peduli, memulai kegiatan pembibitan 100 ribu batang pohon Trembesi pada Agustus 2006. Hasil pembibitan tersebut ditanam di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan, termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin. Jejak lestari yang terus dikenang masyarakat Makassar.

Setelah di Makassar, Doni dipromosikan menjadi Komandan Grup A Paspampres. Pada 2009, Doni Monardo, atas arahan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pembibitan Trembesi di Kebun Puri Cikeas, Bogor. Hasilnya dibagikan kepada seluruh undangan saat acara peringatan HUT ke-64 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2009 di Istana Merdeka Jakarta. Doni Monardo juga menggerakkan tim penghijauan dan penanaman pohon di berbagai wilayah Indonesia seperti Lombok, Pacitan, Bali, Surabaya, dan daerah lain sekaligus mendukung program pemerintah menanam satu miliar pohon.

Sejak itu Doni Monardo terus membagikan dan mendistribusikan puluhan juta biji (bibit) Trembesi ke berbagai pihak di seluruh Indonesia yang membutuhkan untuk kepentingan penghijauan. Permintaan bibit pohon dari berbagai pihak pun semakin banyak, hingga Doni Monardo menggagas terbentuknya Paguyuban Budiasi. Resmi terbantuk pada 18 Februari 2011, berlokasi di Desa Kadumanggu, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di lahan seluas 12,2 hektare milik Ketut Masagung yang dipinjamkan ke Paguyuban Budiasi. Bibit pun terus bersemi menjadi tunas, tumbuh menjadi pohon.

Siswa sekolah dasar penyelamat pohon kecil yang hampir mati itu, kini menduduki kursi Pangdam XVI Pattimura dan sudah menyemai jutaan bibit serta menanam jutaan pohon. Nama Doni Monardo jadi identik dengan penghijauan. Di mana pun ditugaskan dan apa pun jabatannya, Doni Monardo erat lekat dengan penghijauan; pembibitan dan penanaman pohon. Bagi pria berdarah Minangkabau kelahiran Cimahi, Jawa Barat ini, pohon adalah ’emas hijau’ sumber kehidupan. Bagi Doni Monardo, penghijauan bukan sekadar kata tanpa makna, tapi aksi nyata. Dan Paguyuban Budiasi adalah bukti sebuah bakti negeri.

LINIMASA

QUOTE

WE CREATE YOUR OXYGEN