Sejarah pohon raksasa the African Baobab atau pohon ‘asem buto’ di Indonesia belum diketahui pasti. Hal tersebut terutama pada pertanyaan, kapankah kali pertama bibit baobab ditanam di Indonesia. Berdasarkan survei Trubus di wilayah Jawa Barat, terdapat puluhan pohon baobab yang berusia sekitar 160 tahun.

Ada pula pohon baobab yang diduga berusia lebih tua, sekitar 700 tahun, yang ditanam oleh penduduk setempat. Sejauh ini, seperti dipaparkan situs Kompas.com, bibit pohon ini diduga dibawa pedagang-pedagang dari Timur Tengah yang menyebarkan bibit pohon tersebut, sejalan dengan penyebaran ajaran Islam di Tanah Air. Namun ada pula yang menyebut Ki Tambleg ini dibawa penjajah kolonial untuk di tanam di perkebunan di Subang, Jawa Barat, dan beberapa kota lainnya di Indonesia ratusan tahun lalu. Hingga saat ini Ki Tambleg yang ditanam waktu itu masih tumbuh dengan baik, tersebar di areal perkebunan di Subang.

Sementara berdasar keterangan dalam Wikipedia, Baobab atau Ki Tambleg adalah nama umum dari sebuah genus (Adansoni Digitata) yang terdiri dari delapan spesies pohon asli Madagaskar, Afrika daratan dan Australia. Spesies Afrika daratan juga ada di Madagaskar, tetapi tidak asli negara itu. Nama umum lainnya adalah boab dan boaboa. Spesies ini mencapai tinggi antara lima meter sampai 25 m. Pohon ini mampu menyimpan air di dalam batang, dengan kapasitas di atas 120 liter untuk bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar.

Bentuk batang pohon ini yang super besar dan kokoh kemudian membuat pohon ini disebut Ki Tambleg di Jawa barat. Tambleg berarti kokoh dalam bahasa sunda. Menurut sebuah penelitian di Jerman, berbagai bagian dari pohon yang disebut Superfruit itu mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi dan berguna bagi kesehatan. Kadar kalsiumnya lebih banyak dari yang terdapat di susu. Daun pohon ini juga mengandung mineral sangat tinggi.

Kandungan vitamin C dari buah Baobab disebutkan sangat tinggi, bahkan sampai enam kali lebih banyak dari jeruk. Mungkin ini yang memunculkan sebutan ‘asam buto’. Baobab.com melansir tingginya kandungan Vitamin C dalam buah segar Baobab dan tepung buah Baobab. Dalam 100 gram tepung buah Baobab, mengandung 500 miligram Vitamin C. Di Afrika, Baobab sejak berabad lalu digunakan sebagai salah satu pengobatan malaria dan kekurangan Vitamin C. #